DAPAT MEMBERI SALAM PRAMUKA, DAN TAHU MAKSUD DAN PENGGUNAANNYA

Pengertian

            Salam  Pramuka  adalah  salam  yang  terdapat  dalam  pramuka  dan  dilaksanakan  oleh seorang pramuka kepada pramuka  lain. Oleh karena  itu, dengan salam  pramuka tersebut, setiap anggota pramuka dituntut dapat memberi salam pramuka,  dan tahu maksud penggunanya.

            cara  mengucapkan  salam  pramuka  adalah  sambilmengucapkan “Salam  Pramuka”  dibarengi  dengan  gerakan  penghormatan.  Cara  ini  berlaku  umum  ketika seorang  anggota  Pramuka berjumpa  dengan  anggota  Pramuka  lain  yang  belum  dikenal  segala  identitas  maupun agamanya.

            Adapun,  jika  bertemu  dengan  anggota  pramuka  yang  diketahui  beragama  Islam  maka sudah barang tentu menngunakan salam yang diajarkan dan dianjurkan oleh agama Islam,  yaitu: Assalamu’alaikum  Wr.  Wb.  Dan  demikian  pula  disesuaikan  dengan  adat  kebiasaan masyarakat,    misalnya:  di  Indonesia  umumnya  lima  jari  lima  jari  tangan  sebagai  isyarat  salam yang  megadung  arti  saling  memperingatkan    kedisiplinan  sebagai  pramuka  wajib  menjalankan pancasila sesuai dengan apa yang dituntut oleh Trisatya Pramuka.

Dasar

            Sebagaimana  disebutkan  diatas  pramuka  yang  muslim  melaksanakan  salam  sesuai  dengan sumber hukumnya yang diwariskan Rasulullah SAW,  yaitu al-Qur’an dan al-Hadits.

ياءيهاالذين آمنو لاتدخلوابيوتاغير بيوتكم حتى تستأنسوا وتسلمواعلى أهلها ذلكم خير لكم لعلكم تذكرون

 Artinya:

 “Hai  orang-orang  yang  beriman,  janganlah  kalian  memasuki  rumah  yang  bukan

rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian

itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat“  (QS. An-Nur (24) : 27).

Firman Allah SWT:

Artinya:

 “Apabila  kalian  diberi  penghormatan  dengan  sesuatu  penghormatan,  maka  balaslah

penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu

(dengan  yang  serupa).  Sesungguhnya  Allah  selalu  membuat  perhitungan  atas  tiap-tiap

sesuatu“.  (QS. An-Nisa’ (4) : 86)

 

            Tata  cara  pengucapan  salam  dalam  ajaran  Islam  diatur  sedemikian  rupa,  sehingga menghilangkan sebuah kesan bahwa umat Islam  haus dihormati, selalu  ingin dihargai atau pose power  syndrome.  Dengan  demikian  Islam  mengatur  cara  mengucapkan  salam  dari  siapa  dan untuk  siapa,  siapa  yang  lebih  dahulu  menyapa  berdasarkan  status  sosial,  dan  situasi  kondisi. Sebagai mana diatur dalam sebuah Hadits Nabi :

Artinya :

Rasulullah  SAW  pernah  bersabda  :  “Orang-orang  yang  berkendaraan

hendakanya memberi salam kepada yang berjalan kaki, orang-orang yang berjalan kaki

memberi  salam  kepada  yang  sedang  duduk  dan  orang  yang  sedikit  hendaklah  memberi salam kepada khalayak ramai” (HR. Bukhari Muslim, dari Abu Hurairah ra.)

 


 

Pembagian Salam Pramuka

Dalam GP kita mengenal tiga macam salam pramuka,  yaitu:

1.  Salam Biasa

            Salam  biasa  dipergunakan  apabila  seorang  pramuka  bertemu  dengan  pramuka  lain  untuk pertama kali atau yang terakhir pada hari itu. Siapa yng melihat lebih dulu dialah yang harus memberi salam lebih dulu secara otomatis tanpa aba-aba, tidak pandang pangkat mana yang lebih tua atau lebih muda.

Maksud memberikan salam biasa adalah:

a.  Sebagai tanda saling  menghargai,   menghormati,  dan  menyayangi serta  mempererat tali persaudaraan di antara sesama anggota Pramuka.

b.  Untuk  saling  mendo’akan  keselamatan  baik  yang  diberi  ataupun  yang  memberi  salam pramuka.

c.  Dengan  menggunakan  salam  5  jari  berarti  untuk  memperingatkan  bahwa  sebagai

pramuka  berkewajiban  untuk  menjalankan  Pancasila  sesuai  dengan  tuntutan  Trisatya

Pramuka,    senantiasa  melaksanakan  Rukun  Islam,    Shalat  lima  waktu  dan  sadar  akan

panca indra yang ada pada diri kita.

d.  Salam  pramuka  biasa  dapat  dilakukan  sambil  berjalan,    sambil duduk,  naik  kendaraan, atau  dalam  keadaan  apa  saja  asalkan  ada  kesempatan.  Jadi  tidak  harus  berdiri  tegak.

Adapun cara melakukannya adalah:

☺  Dengan mengayuhkan tangan kanan ke pelipis kanan.

☺  Kelima jari rapat dan lurus dengan lengan bawah.

☺  Telapak tangan menghadap ke bawah,  ujung jari telunjuk menyentuh pelipis.

☺  Lengan kanan atas membentuk siku-siku pada ketiak, agak ke depan sedikit.

☺  Jika  tangan  membawa  tongkat  maka  tongkat  diangkat  ke  atas  kira-kira  10  cm  dari

tanah  dan  tangan  kiri  letakan  merata  kedepan dada  dengan  telapak  menghadap  ke

bawah,  ujung ibu jari menempel pada tongkat.

☺  Jika  tangan  sedang  membawa  atau  memegang  sesuatu  kita  boleh  hanya

menganggukan  kepala  atau  mengucapkan  “  salam  “  ataupun  melambaikan  tangan

kiri.

2.  Salam Hormat

Salam hormat dipergunakan apabila:

  Seorang  pramuka  bertemu  dengan  orang  yang  wajib  dihormati,    misalnya  bertemu

dengan  Presiden,    Wakil  Presiden,    Menteri,    Gubernur,    Wali  Kota,    Bupati,    Camat,

Lurah  serta  pejabat-pejabat  atau  tokoh-tokoh  masyarak  lainnya.  Juga  Bapak  Ibu  Guru

serta orang tua lainnya yang patut dihormati. Dalam keadaan biasa kakak Pembina cukup

diberi salam biasa tetapi dalam suatu upacara wajib diberi salam hormat.

  Mendapati  bendera  merah  putih  sedang  dikibarkan  atau  diturunkan.  Apabila  kebetulan sedang sibuk  mengerjakan  sesuatu,    lalu  mendengar  aba-aba  tanda  sang  merah  putih dikibarkan  atau  diturunkan  harus  berhenti  sebentar  dari  kesibukannya  segera  berdiri tegak di tempat menghadap bendera dan memberi salam hormat.

  Dalam suatu upacara ketika mendengar lagu Indonesia Raya dinyanyikan. Tetapi apabila

kita ikut menyanyi tidak usah memberi salam hormat melainkan cukup berdiri saja.

  Apabila  berpapasan  dengan  iring-iringan  Jenazah.  Jika  sedang  duduk,    atau  berjalan segegera berdiri tegak menghadap ke arah jenazah sambil memberi salam hormat.

3.  Salam Janji

  Salam  janji  dipergunakan  apabila  seorang  pramuka  dalam  suatu  upacra  mendengar

temannya mengucapkan janji Trisatya.

  Cara  memberi  salam  janji  sama  dengan  salam  hormat.  Selain  dalam  sikap  sempurna,  yaitu  jika  tangan  kanan  sedang  membawa  tongkat,    maka  tongkat  dipindahkan  untuk dipegang tangan kiri dan dimiringkan di bagian atas kirinya. Kemudian dengan tangan kanan memberikan  salam  janji.  Setelah  selesai  upacara  janji  tangan  kanan  kembali  tegak  dan memegang  kembali  tongkat  tadi.  Yang  perlu  diperhatikan  adalah  bahwa  salam  janji  harus selalu dilakukan dengan tangan kanan.

About these ads

Satu Tanggapan

  1. isine mahmud malahan…hahaha

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.334 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: